Selasa, 10 Februari 2026

Bukti Kasih Sayang

 

Terkadang, keras itu bukti sayang. 
Sebenarnya tidak rumit memahaminya. Karena itupun kita lakukan dengan kesadaran. 

Bukankah, saat salah seorang yang kita cintai melakukan kesalahan bahkan dosa, kita akan bersikap tegas bahkan keras. 

Mengapa? Karena kita mencintai dan mengasihinya. Karena kita tidak ingin ia terjatuh dalam kesalahan yang berujung kecelakaan. 

Dan sebaliknya, justru bukti anda sudah tak lagi menyayanginya ketika anda biarkan dia berbuat semaunya. 

Baik tanpa penghargaan. 
Salah tanpa teguran. 

Karena sayang mesti berekspresi. 
Itulah bukti kasih sayang. 
Tidak usah khawatir. 

Dalam petunjuk Nabi, tegas dan keras itu ada aturan dan kadar yang harus diperhatikan. 
Tidak boleh asal melakukannya tanpa mengetahui ilmunya. 
fa'tabiru ya ulil abshar


 Sumber : tulisan Ust. Budi Ashari

0 komentar:

Posting Komentar