Kamis, 07 Mei 2026

Kemenangan itu Bersama Kesabaran


 ✨ Hadits ini mengingatkan kita bahwa hidup tidak selalu berjalan mudah. Akan ada masa di mana seseorang merasa lelah, sedih, kecewa, atau sedang menghadapi banyak ujian. Namun Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa di balik setiap kesabaran akan ada pertolongan, di balik kesulitan akan ada jalan keluar, dan bersama kesempitan pasti Allah hadirkan kemudahan.

Karena itu, jangan mudah putus asa ketika menghadapi masalah.


Tetaplah bersabar, terus berusaha, dan yakin bahwa setiap ujian memiliki hikmah yang akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih baik. Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang tetap percaya dan berserah diri kepada-Nya 🌿


Selasa, 05 Mei 2026

Mengajari Anak Menghargai Waktu



1. Mengajari Anak Tidak Menunda Pekerjaan. Menunda pekerjaan adalah cikal bakal munculnya sikap kurang disiplin dan tidak menghargai waktu.

2. Melatih Anak Membuat Jadwal Kegiatan. Hal ini membuat pola hidup teratur dan pekerjaan selesai tepat waktu.

3. Memahamkan Pentingnya Menghargai Waktu. Fahamkan kepada anak bahwa waktu yang sudah berlalu tidak dapat diulang sehingga harus digunakan sebaik-baiknya.

4. Mengajak Anak Belajar dari Kesalahan dan Kegagalan. Nasehati anak tentang kesalahan dan kegagalan akibat tidak disiplin.


Sumber : MAJALAH ydsui edisi 10 Oktober 2012.

Jumat, 01 Mei 2026

Selamat Hari Pendidikan Nasional


Pendidikan adalah pilar peradaban bangsa. Pendidikan yang kuat akan melahirkan generasi unggul dan berintegritas. Bersama, kita wujudkan Indonesia yang lebih berdaya.


"Selamat Memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026"


Kamis, 30 April 2026

Penghapus Dosa

 


Di tengah kabar duka dan peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini, hati kita tentu ikut sedih dan prihatin. Ada rasa takut, cemas, bahkan tak percaya dengan apa yang terjadi.


Namun sebagai seorang mukmin, kita percaya bahwa setiap ujian yang Allah berikan tidaklah sia-sia. Setiap rasa sakit, kesedihan, dan musibah yang menimpa, insyaAllah menjadi penghapus dosa bagi yang bersabar.


Semoga Allah memberikan kekuatan untuk yang terdampak, melapangkan hati keluarga yang ditinggalkan, dan menjaga kita semua dari hal-hal yang tidak diinginkan.


Mari kita perbanyak doa, saling menguatkan, dan tetap berhusnudzon kepada Allah.


Selasa, 28 April 2026

Ayah Tidak Harus Galak

 

Sesungguhnya untuk disegani anak-anaknya, ayah tidak harus bersikap galak. Beberapa cara pandang yang harus diubah oleh para ayah :


1. Berwibawa bukan Berarti Galak. Berwajah sangar dan bersikap galak di hadapan anak justru menimbulkan rasa takut dan enggan dekat pada diri anak.

2. Meminta Maaf Ayah tidak harus terlihat sempurna sebagai pribadi tanpa cela. Sekali waktu mungkin melakukan kesalahan. Mengakui kesalahan dan minta maaf justru akan menjaga keharmonisan dan kedekatan ayah dengan anak.

3. Urusan Rumah juga Milik Ayah Sekali waktu ayah perlu melibatkan anak menyelesaikan pekerjaan rumah ; membersihkan rumah, halaman, dan pekarangan.

4. Bukan Tak Boleh Menangis Menangis adalah hal manusiawi. Tak perlu gengsi jika memang kondisi "memaksa" ayah untuk menangis. Beri pengertian kepada anak mengapa ayah menangis. Tentu bukan karena perasaan cengeng atau hal yang remeh temeh.


Sumber : Majalah Islam ar - risalah, Edisi 182 Agustus 2016.


Kamis, 23 April 2026

Berbuat Baik


 🌼Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra ayat 7: “Jika kamu berbuat baik, maka itu untuk dirimu sendiri.” Setiap kebaikan yang kita lakukan tidak akan sia-sia, karena akan kembali kepada diri kita.


🌼Kebaikan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti berkata jujur, membantu sesama, dan bersikap sopan. Mari biasakan berbuat baik setiap hari, karena dari kebaikan kecil akan lahir pribadi yang berakhlak mulia.


🌼Semoga setiap kebaikan yang kita lakukan membawa berkah. 🤍


Selasa, 14 April 2026

Karena Orang Tua juga Pernah Melakukan Kesalahan


Saat badan dan fikiran sangat lelah, kadang emosi tak terkendali. Dan meluaplah kemarahan kita kepada sang buah hati. 

Apa yang seharusnya kita lakukan ... ?


1. Minta Maaf dengan Tulus Sebagaimana terhadap orang dewasa, meminta maaf kepada anak-anak pun harus dengan tulus. Karena mereka bisa merasakan ketulusan itu.

2. Meminta Waktu Saat emosi meluap tinggalkan mereka. Setelah emosi reda minta maaflah dan sampaikan bahwa kita adalah manusia biasa yang sangat mungkin berbuat salah.

3. Adil dalam Melihat Masalah Jangan terburu-buru menghukum sebelum mengetahui keadaan sebenarnya.

4. Jangan Menyalahkan Saat minta maaf jangan menyalahkan anak misalnya : " Nak ..., kalau kamu tadi ga rewel bunda ga lupa belikan es krim".

5. Mencari Solusi Bersama Selain mendidik mereka berfikir lebih dewasa sekaligus mereka akan merasa lebih dihargai.


Sumber : Majalah Tashfiyah edisi 21 Volume 02 Th 2012