Selasa, 24 Februari 2026

Mengelola Rasa Haus dan Lapar Anak Saat Berpuasa


 1. Menu Sahur yang Istimewa. Tidak harus mewah, tetapi pastikan anak suka. Akan lebih istimewa jika anak dilibatkan dalam menentukan menu sahur. Bagus juga anak diajak membuat resep baru variasi bunda. 

2. Tidak Tidur Pagi. Anak-anak harus dijaga agar tidak tidur setelah santap sahur sampai menjelang Dhuhur. Karena akan menjadikan anak haus dan lapar sampai sore. 

3. Bermain atau Aktivitas Seperti Hari Biasa. Anak dapat bermain apapun yang menarik -bahkan bermain bola-, sampai menjelang Dhuhur. 

4. Tidur Siang Setelah Dhuhur. Setelah aktivitas fisik yang cukup melelahkan, anak akan merasa capek. Tidur saat capek karena aktivitas fisik merupakan cara yang efektif untuk memulihkan energi. 

5. Kegiatan yang Bersifat Ringan. Untuk mengalihkan rasa haus dan lapar beri mereka aktivitas ringan ; membaca, diskusi, game islami, menonton film berkualitas, atau kegiatan TPA. 


Sumber : "Saat Berharga Untuk Anak Kita" tulisan Mohammad Fauzil Adhim.

Kamis, 19 Februari 2026

Dibukanya pintu Surga dan Ditutupnya Pintu Neraka

 




Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan dan ampunan. Di tengah kehidupan yang serba cepat, kesibukan belajar, bekerja, dan penggunaan media digital yang semakin tinggi, Ramadhan hadir sebagai waktu untuk berhenti sejenak dan memperbaiki diri. Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Ini menjadi kesempatan besar bagi kita untuk meningkatkan ibadah, menjaga lisan dan perbuatan, serta memperbanyak sikap sabar dan peduli terhadap sesama. 

Mari kita manfaatkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya agar menjadi pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, dan membawa kebaikan di lingkungan sekitar.

Rabu, 18 Februari 2026

Mengajarkan Anak Berpuasa


 1. Memotivasi Dengan Ayat dan Hadits Tentang Kewajiban Puasa 

Puasa adalah salah satu Rukun Islam yang harus kita laksanakan kalau sudah dewasa nanti. 

2. Menjelaskan Keutamaan Puasa 

Salah satunya bahwa orang yang berpuasa akan masuk surga dari pintu arroyyan. 

3. Buatkan Menu yang Mereka Sukai 

Hal ini untuk menumbuhkan rasa gembira dan semangat dalam diri anak. 

4. Ajak Anak Berpuasa Sesuai Kemampuannya 

Pada tahap awal mereka boleh puasa sampai pukul 10.00, kemudian ditambah sampai Dhuhur, kemudian sampai Ashar, dan akhirnya sampai Maghrib. 

5. Sibukkan dengan Aktivitas yang Menyenangkan 

Ajak anak membaca buku, membuat ketrampilan, atau berikan mainan edukatif

6. Apresiasi Keberhasilan Puasanya 

Beri apresiasi dengan ucapan, pelukan, atau belaian. Bisa juga dengan membuatkan menu kesukaan. 


Sumber: "Anakku! Sudah Tepatkah Pendidikannya?" tulisan : Mushthofa Al-'Adawi

Rabu, 11 Februari 2026

 

Di zaman sekarang, kita mudah melihat dan mendengar banyak hal. Tapi tidak semua yang kita dengar dan lihat itu benar. Karena itu, kita harus berhati-hati saat berbicara dan menyampaikan sesuatu. Jangan mengatakan hal yang belum kita ketahui kebenarannya. Allah mengingatkan bahwa pendengaran, penglihatan, dan hati kita akan dimintai pertanggungjawaban. Mari kita biasakan berkata jujur, sopan, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Selasa, 10 Februari 2026

Bukti Kasih Sayang

 

Terkadang, keras itu bukti sayang. 
Sebenarnya tidak rumit memahaminya. Karena itupun kita lakukan dengan kesadaran. 

Bukankah, saat salah seorang yang kita cintai melakukan kesalahan bahkan dosa, kita akan bersikap tegas bahkan keras. 

Mengapa? Karena kita mencintai dan mengasihinya. Karena kita tidak ingin ia terjatuh dalam kesalahan yang berujung kecelakaan. 

Dan sebaliknya, justru bukti anda sudah tak lagi menyayanginya ketika anda biarkan dia berbuat semaunya. 

Baik tanpa penghargaan. 
Salah tanpa teguran. 

Karena sayang mesti berekspresi. 
Itulah bukti kasih sayang. 
Tidak usah khawatir. 

Dalam petunjuk Nabi, tegas dan keras itu ada aturan dan kadar yang harus diperhatikan. 
Tidak boleh asal melakukannya tanpa mengetahui ilmunya. 
fa'tabiru ya ulil abshar


 Sumber : tulisan Ust. Budi Ashari

Minggu, 08 Februari 2026

Tarhib Ramadhan 1447 H

 Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, MI At Taqwa Nguter berkolaborasi dengan Yayasan Islam At Taqwa,  dan Takmir Masjid Al Ikhlas Nguter menyelenggarakan Tarhib Ramadhan. Kegiatan dilaksanakan pada Ahad, 8 Februari 2026 pukul 20.00 di Masjid Al Ikhlas Nguter dengan tujuan agar kaum muslimin dapat mengisi bulan Ramadhan dengan ibadah yang maksimal.


Kegiatan dihadiri oleh warga masyarakat Nguter dan sekitarnya serta para wali murid MI At Taqwa dari berbagai daerah. Hadir sekaligus memberi sambutan Takmir Masjid Al Ikhlas Bp. H. Rusito, S.Pd.I. Dalam sambutannya beliau menyampaikan tentang ikatan sejarah peran serta takmir dan jama'ah Masjid Al Ikhlas sebagai salah satu pendiri MI At Taqwa. 


Dalam kemasan  bahasa yang komunikatif dan  interaktif narasumber Ustadz Agung Suwarno menyampaikan materi persiapan hati dan ruhiyah agar dapat mengisi Ramadhan secara maksimal.

Semoga kegiatan ini dapat memberikan kemanfaatan maksimal bagi semua pihak. Aamiin


Kamis, 05 Februari 2026

Rahmat Allah itu Dekat


 Di saat keadaan terasa berat dan berbagai ujian datang silih berganti, Allah menenangkan hati kita dengan janji-Nya bahwa rahmat-Nya sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.

Kebaikan hari ini tidak harus besar—cukup saling menghargai, menahan emosi, membantu semampunya, dan menjaga niat tetap lurus.


_Mari terus memilih jalan kebaikan meski keadaan tidak selalu mudah._

_Karena dari kebaikan itulah, rahmat Allah semakin mendekat dan menguatkan langkah kita._🤍


Selasa, 03 Februari 2026

Lomba Al Ukhuwah Fair Sukoharjo


Selamat dan sukses atas prestasi yang diraih pada Lomba Al Ukhuwah Fair Sukoharjo atas nama ananda :

1. NISA DWININGTYAS Kelas 6b PK, Juara 3 Tahfidz Juz 30

2. ZARIFAH QURROTA AINI kelas 6B PK, Juara 3 Tilawah

3. HAYA YUMNA 'AISYAH kelas 6B PK, Juara Harapan Kategori 2 Juz


Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan untuk meraih prestasi di waktu-waktu selanjutnya. Aamiin ..


Baarakallahu fiikum

Menumbuhkan Rasa Bangga Sebagai Muslim

 


1. Bangkitkan Kebanggaan Menjadi Muslim di Hati Anak Tumbuhkan kepercayaan diri dan harga diri sebagai muslim sehingga anak memiliki kebanggan yang besar terhadap agamanya.

2. Biasakan Memperlihatkan Identitas Sebagai Muslim Identitas fisik, mental, dan cara berfikir. Bukan untuk menemukan sesuatu yang baru, tetapi untuk menemukan yang sudah ada pada generasi awal hasil didikan Rasulullah.

3. Bangkitkan wala' (loyalitas terhadap Islam) dan bara' ( berlepas diri dari kekufuran) Apabila anak berjalan, ajarkan untuk tidak menepi hanya karena berpapasan dengan orang kafir yang berjalan dari arah lain. Kita tidak bersikap arogan. Hanya menunjukkan percaya diri kita, sehingga tidak menyingkir karena gemetar.


Sumber : "Segenggam IMAN Anak Kita" tulisan : Mohammad Fauzil Adhim


Kelompok Kerja Guru (KKG)


 Selasa, 3 Februari 2026 terlaksana Kelompok Kerja  Guru (KKG) sekecamatan Nguter dan Bulu bertempat di MI At Taqwa Nguter. Kegiatan diikuti seluruh guru MI sekecamatan Nguter dan Bulu. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin berkala yang dimaksudkan untuk meningkatkan profesionalisme para guru. 

Dalam kegiatan ini dipaparkan program KKG oleh ketua KKG Bp. Marzuqi S.Pd.I.  Hadir sekaligus memberikan sambutan, informasi kedinasan, dan sosialisasi serta penjelasan tentang "Kurikulum Berbasis Cinta dengan Pendekatan Belajar Mendalam",  Pengawas Madrasah Ibu Rina Puji Handayani, S.Pd.I., M.Pd.I dan Ibu  Hj. Uswatun Hasanah, S.Ag., MM. 

Seluruh guru mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan khidmat.


Baarakallahu fiikum

Minggu, 01 Februari 2026

Pengembangan Diri

 


Pada hari Sabtu tanggal 31 Januari 2026 murid - murid MI At Taqwa kelas 3 sampai dengan kelas 6 mengikuti kegiatan pengembangan diri ( PD ) yang diadakan di Madrasah.

Salah satu kegiatan pengembangan diri yaitu Life Skill ( keterampilan hidup ). Dalam kegiatan life skill hari ini murid murid dilatih beberapa keterampilan dasar diantaranya : pemanfaatan barang bekas, kreasi dari kertas hias, dan membuat karya dari kertas karton.

Kegiatan ini merupakan upaya Madrasah untuk melatih kemandirian, keterampilan hidup, tanggung jawab pada diri murid - murid.

Dengan penuh semangat dan antusias murid - murid mengikuti kegiatan yang dipandu oleh bapak ibu guru pembimbing.


Barokallohu Lanaa.