Selasa, 05 Agustus 2025

Tingkatkan Motivasi


 Motivasi adalah alasan yang mendorong seseorang mencapai tujuan. Motivasi menjadi salah satu faktor yang menentukan seseorang dapat mewujudkan apa yang diinginkan. Semakin kuat motivasi semakin besar kemungkinan terwujud apa yang diinginkan.


Tingkatan Motivasi:

1. Motivasi Ekstrinsik. Merupakan alasan yang berasal dari luar yang mendorong seseorang melakukan sesuatu. Misal; seorang anak rajin shalat karena dijanjikan hadiah oleh orang tua. Motivasi ekstrinsik adalah motivasi tingkat paling rendah dan mudah hilang.

2. Motivasi Intrinsik. Alasan dari dalam diri seseorang karena mempunyai tujuan tertentu. Misalnya seorang anak yang rajin belajar karena ingin menjadi juara. 

3. Motivasi Moral Imperative. Yaitu alasan melakukan sesuatu karena dia yakin sesuatu itu benar dan harus dilakukan. Dia bahkan rela berkorban untuk melaksanakan sesuatu itu. Seseorang melakukan shalat karena meyakini manusia harus menyembah Allah, Rabb semesta alam.


Sumber : "Menempa Jiwa Anak" tulisan : Mohammad Fauzil Adhim

Minggu, 03 Agustus 2025

Renungan



Renungan untuk Kita, Para Orangtua

"Jika Guru Menanam, Tapi Orangtua Tak Menyiram... Anak Akan Tumbuh Seperti Apa?"

Pendidikan anak bukan hanya tentang bangku sekolah.

Bukan hanya soal nilai rapor, hafalan pelajaran, atau banyaknya tugas.

Pendidikan adalah kerja sama antara guru yang menanam dan orangtua yang menyiram.

Di sekolah, guru menanam nilai: kedisiplinan, rasa hormat, tanggung jawab, dan semangat belajar.

Tapi benih itu tak bisa tumbuh sendiri.

Butuh air berupa keteladanan di rumah.

Butuh sinar berupa perhatian dan bimbingan dari orangtua.

Butuh tanah subur berupa lingkungan yang mendukung.

Sayangnya, tak jarang benih itu dibiarkan kering.

Guru sudah berusaha keras, tapi di rumah… tak ada penyiraman.

Tak ada penguatan.

Kadang justru yang terjadi sebaliknya: anak dibenarkan saat salah, dimaklumi saat lalai, atau dimanja berlebihan.

Anak pun tumbuh bingung.

Di sekolah dia diajarkan sopan, di rumah dilihatnya orang dewasa saling bentak.

Di kelas dia belajar tanggung jawab, di rumah tak ada yang peduli apakah PR-nya dikerjakan.

Akhirnya… tumbuhlah anak yang pintar, tapi tak tangguh.

Tahu mana yang benar, tapi tak terbiasa memilihnya.

Cerdas, tapi mudah goyah.

Kritis, tapi kehilangan arah.

Maka pertanyaannya:

Jika yang menanam hanya guru, tapi yang menyiram tak ada… anak itu akan jadi apa?

Anak bukan hanya milik sekolah. Bukan hanya tanggung jawab guru.

Ia adalah cerminan rumahnya, bayangan dari didikan orangtuanya.

Mari kita bersinergi.

Guru dan orangtua berjalan beriringan.

Agar benih kebaikan yang ditanam di sekolah, tumbuh subur di rumah, dan berbuah indah di masa depan.

Karena tujuan kita bukan hanya mencetak anak yang pintar...

Tapi juga anak yang berkarakter, berempati, dan siap menghadapi dunia.

#guru #sekolah #education #edukasi #quotes #motivasi

Saresehan Wali Siswa Kelas Baru

 

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada hari Sabtu, 2 Agustus 2025, MI At Taqwa menyelenggarakan kegiatan Saresehan Kelas 1 yang terdiri 4 rombel. Acara ini diikuti oleh seluruh wali murid kelas 1, wali kelas, wali program khusus dan juga d hadiri kepala madrasah. 
Saresehan ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai ajang silaturahmi antara pihak sekolah dan wali murid, sekaligus menjadi ruang dialog terbuka untuk menyamakan persepsi dalam membimbing dan mendampingi putra-putri kita selama menempuh pendidikan di MI At Taqwa. 
Dalam sambutan Kepala Madrasah, ditekankan pentingnya kolaborasi yang sinergis antara sekolah dan orang tua. Sekolah tidak bisa berjalan sendiri dalam mencetak generasi yang cerdas, sholih dan berakhlak mulia. Wali murid diberikan ruang untuk memberikan masukan, harapan, dan berbagi komitmen dalam mendukung program-program sekolah. 
Semoga kegiatan ini menjadi awal dari hubungan yang harmonis dan produktif antara sekolah dan orang tua, serta membawa keberkahan dan kemajuan bagi seluruh peserta didik MI At Taqwa.

Kamis, 31 Juli 2025

Do'a Kelapangan Hati

 ☘️Terkadang, kita merasa gugup, cemas, atau bingung saat harus berbicara di depan banyak orang, saat presentasi, atau bahkan ketika ingin menyampaikan sesuatu yang penting. Rasa grogi itu wajar, karena manusia memang sering merasa tidak percaya diri.




☘️Namun tahukah kalian? Nabi Musa ‘alaihissalam juga pernah merasakan hal yang sama. Saat mendapat tugas dari Allah untuk berbicara kepada Fir’aun, beliau merasa berat dan khawatir lisannya tidak lancar.

☘️Tapi Nabi Musa tidak panik. Beliau memohon pertolongan kepada Allah dengan doa yang indah, meminta agar hatinya dilapangkan, urusannya dimudahkan, dan lisannya dilancarkan.

☘️Doa ini sangat baik diamalkan oleh siapa saja, terutama ketika kita akan menghadapi situasi penting seperti berbicara di depan umum, ujian, atau saat kita membutuhkan ketenangan.

☘️Mari kita biasakan membaca doa ini, agar Allah memberikan kelapangan hati, kemudahan urusan, dan kelancaran dalam berbicara.

Minggu, 27 Juli 2025

Kegiatan Kepramukaan MI At Taqwa


Kegiatan Kepramukaan MI At Taqwa secara rutin dilaksanakan setiap sabtu ke-4 dalam bulan berjalan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembentukan karakter siswa melalui metode pelatihan yang menyenangkan, edukatif, dan penuh makna keislaman. 

Kegiatan Kepramukaan tersebut selain melatih Fisik juga membentuk Karakter Tangguh dan Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan", kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta kepemimpinan dalam bingkai akhlakul karimah. Siswa dilatih untuk menghadapi tantangan dengan semangat juang, keuletan, serta kemandirian, yang selaras dengan prinsip-prinsip ajaran Islam. 

Warisan Paling Berharga


Visi adalah standar ideal keunggulan. Maka visi yang kuat akan membangkitkan kepekaan terhadap tujuan dan arah. Visi membentuk gambaran mental pada diri kita sehingga mempengaruhi perasaan, fikiran, sikap, dan tindakan kita. Semakin kuat visi kita, semakin kuat membawa kita kepada tujuan. Sebaliknya, kita juga semakin cepat tanggap terhadap apa yang menjauhkan dari tercapainya visi.

Kisah orang-orang besar mengajarkan kepada kita bahwa ada yang lebih berharga daripada sekedar kecerdasan. Keyakinan, sikap hidup, cara berfikir, dan prinsip hidup merupakan bekal yang jauh lebih berharga daripada prestasi-prestasi akademik yang kosong dari sikap dan nilai hidup.

Tanpa keyakinan yang kuat orang yang sangat cerdas pun dapat terombang-ambing hidupnya. Tanpa keimanan yang bersih, orang yang paling sukses karirnya pun dapat mengalami kehampaan ruhani.

Wallahu A'lam bish shawwab.


Sumber: "Segenggam IMAN Anak Kita" tulisan: Mohammad Fauzil Adhim

Selasa, 08 Juli 2025

Pendampingan Calon Sekolah Adiwiyata

 

Selasa, 8 Juli 2025 MI At Taqwa menerima kunjungan dan pendampingan Tim Pendamping  Calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten. Tim terdiri empat orang dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukoharjo. Kunjungan dilakukan terkait dipilihnya MI At Taqwa sebagai salah satu calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten. 

Tim pendamping diterima oleh tim persiapan calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten yang terdiri dari tenaga pendidik dan kependidikan MI At Taqwa.

Dalam pengarahannya tim menjelaskan tentang instrumen administrasi serta petunjuk teknis pelaksanaan persiapan calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten. Pengarahan dilaksanakan pukul 12.30 - 15.00.

Semoga MI At Taqwa dapat melaksanakan semua arahan tim pendamping sehingga dapat memenuhi kriteria Sekolah Adiwiyata Kabupaten. Aamiin